
Saya menyelesaikan studi sarjana di
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, pada prodi Tadris
Ilmu Pengetahuan Sosial. Berkat saya menekuni dan rajin dalam belajar saya
berkesempatan diberikan predikat pujian cumlaude. Semasa kuliah saya aktif mengikuti
organisasi kampus, organisasi yang saya ikuti yaitu mulai dari himpunan
mahasiswa jurusan (HMJ) Prodi Ilmu
Pengetahuan Sosial dan juga Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan. Melalui organisasi ini saya ingin mengimplementasikan salah satu nilai
tridharma perguruan tinggi yaitu nilai
pengabdian, baik pengabdian terhadap organisasi ataupun pengabdian terhadap
masyaraka. Adapun tujuan yang paling utama saya dalam mengikuti organisasi
adalah membangun rasa kepedulian sosial saya terhadap masyarakat.
Saya seseorang yang selalu berusaha
untuk meningkatkan kemampuan akademik saya pada pendidikan, maka ketika saya
mengikuti perkuliahan di rasa tidak cukup bagi saya hanya belajar di ruang
perkuliahan saja. Dengan mengikuti
organisasi mendapatkan pengetahuan baru
dan juga menambah wawasan, melalui diskusi - diskusi yang diselenggarakan oleh
organisasi ataupun pada forum kedaerahan. Pada saat mengikuti organisasi kampus
saya melakukan pengabdian dengan mengadakan kegiatan bakti sosial yang
dilaksanakan di desa majalengka kidul.
Program tersebut dijalankan oleh bidang sosial dan pengabdian
masyarakat. Pada saat melakukan pengabdian, saya turut berpartisipasi secara
langsung. Kami
mengajar di tingkat sekolah dasar dalam waktu tertentu, dengan diberikan
waktu untuk mengajar, saya menemukan keprihatinan yang terjadi pada lingkungan
sekolah tersebut masih kurangnya fasilitas pendukung dalam belajar seperti
kelas dan media yang mendukung lainnya, pada saat itulah saya mulai menyadari
meskipun mereka belajar dengan berbagai kekurangan akan tetapi memiliki
keinginan dan minat belajar dengan sungguh-sungguh, disamping itu saya mulai
bersemangat dan merasa senang sekali karena perdana untuk mengajar anak-anak
pada tingkat sekolah dasar yang peserta didiknya memiliki semangat belajar yang
tinggi, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi saya bahwa seorang pendidik harus
memiliki kesiapan yang matang dalam matang sebelum mengajar. Selain itu kami
melaksanakan program
kegiatan kemasyarakatan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan
tentang bahaya narkoba yang dinarasumberi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)
Kabupaten Majalengka. Dari kegiatan
bakti sosial organisasi tersebut saya semakin memiliki tekad untuk terus
belajar, saya juga menikmati masa-masa menjadi anggota organisasi
ekstra kampus PMII yang memiliki visi kepedulian dengan melakukan berbagai
kegiatan sosial, kegiatan yang pernah dilakukan yaitu turut terlibat dalam mengatasi penyaluran bantuan pasca bencana banjir
luapan sungai cisanggarung yang terjadi di desa losari kabupaten cirebon pada tahun 2020 lalu dengan menggalang dana
pada setiap kampus yang ingin bekerjasama dan membuka donasi melalui media
sosial.
Saat ini saya mengabdi sebagai guru
IPS pada tingkat SLTP di Sekolah Menengah Pertama Islam Qurani (SMPIQu) Al
Bahjah Cirebon. Pengabdian saya di sekolah
sudah sekitar tiga tahun dan sudah ditetapkan sebagai guru tetap yayasan
serta sudah memiliki Nomor Unik Tenaga Kependidikan (NUPTK). Tugas saya sebagai
guru tertuang di dalam bab
XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 20 Undang-Undnag No. 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74
Tahun 2008 tentang Guru yaitu diharuskan untuk : 1). merencanakan
pembelajaran; 2). melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu; 3). Menilai
dan mengevaluasi hasil pembelajaran; 4). Membimbing dan melatih peserta didik /
siswa; 4). Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 5).
Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; dan
6). Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan.
Dalam menjalani aktivitas sebagai guru saya selalu berusaha untuk belajar lebih banyak dan menekuni banyak hal walaupun memiliki tugas yang cukup banyak. Saya sebagai guru tetap meningkatkan kapasitas pengetahuan, dengan mengikuti beberapa pelatihan-pelatihan pendidikan guna untuk menambah wawasan dan pengalaman saya sebagai guru. Saya sangat berharap besar terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut karena merupakan bagian dari kemerdekaan guru dalam belajar. Apalagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia meluncurkan platform digital merdeka mengajar untuk guru agar semakin mudah dalam mengakses ilmu dan juga bisa dimanfaatkan sebagai referensi serta menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan rancangan pembelajaran.
Selain itu saya juga diamanati untuk
menjadi tim wakil kepala sekolah pada tahun ajaran 2020-2021 hingga sekarang,
pada bidang hubungan masyarakat (Humas). Sebagai guru saya pun memiliki
kontribusi lain terhadap sekolah yang saya ajar ini, yaitu menghantarkan dan
juga mempersiapkan kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan
sekolah, sehingga dalam pelaksanaan penilaian kepala sekolah mampu mendapatkan
nilai baik dan meraih keberhasilan bagi sekolah. Kontribusi lainnya yaitu saya
menjadi bagian dari wakil kepala sekolah yang ikut memberikan ide dan gagasan
dalam menerapkan program literasi digital melalui media sosial sekolah yang
bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap pembaca (pengikut media sosial)
sekolah. Dengan hadirnya literasi digital tersebut memberikan sebuah sarana
informasi yang bermuat ilmu pengetahuan dan juga untuk meningkatkan eksistensi
sekolah pada media sosial yang sedang ramai digandrungi oleh generasi sekarang.
Berdasarkan pengalaman mengajar
selama tiga tahun, saya menemukan beberapa masalah yang terjadi ketika mengajar IPS., Salah satunya yaitu jam mengajar pada mata pelajaran IPS
relatif kurang karena
harus memuat proses pembelajaran seperti, menilai dan mengevaluasi. membimbing
dan melatih peserta didik. Hal tersebut
masih menjadi permasalahan bagi saya sebagai guru IPS bahkan mata pelajaran
yang lain. Keunggulan pada sekolah yang saya ajar yaitu penerapan tiga model
kurikulum, karena berbasis pesantren maka di dalam kurikulum disisipkan juga kurikulum dari
pondok. Yaitu kurikulum kedinasan, kurikulum tahfidz Al-Qur’an dan kurikulum diniyah
(Pembelajaran yang memuat ilmu agama islam). Penerapan tiga
model kurikulum tersebut berimbas pada pelaksanaan pembelajaran umum sehingga
dalam pelaksanaan evaluasi menemukan beberapa permasalahan yang cukup serius,
dampaknya kepada pemberian waktu jam mengajar yang relatif kurang, sekitar tiga tahunan, saya dan guru
yang lain harus melakukan perubahan. Penyelesaian permasalahan tersebut memakan
banyak waktu sehingga diperlukan penyesuaian kebutuhan dalam
memberikan konten materi yang sesuai.
Mengingat kurikulum merdeka mulai
disosialisasikan di sekolah - sekolah
dan juga akan segera diterapkan pada tahun ajaran 2022-2023, adanya perubahan
kurikulum tersebut menurut saya merupakan beberapa jawaban atas permasalahan
yang terjadi di lembaga sekolahan kami yang
berkaitan dengan kurikulum, sehingga guru lebih mandiri dan kreatif dalam
merencanakan alur tujuan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sesuai
dengan pelajaran yang diampunya. Adapun solusi yang akan saya tawarkan adalah
bahan ajar dalam menerapkan konten
materi yang akan disampaikan kepada
peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam menjawab solusi tersebut
diperlukan persiapan yang matang dan kerjasama dengan beberapa pihak misalkan
partner guru mata pelajaran, kurikulum dan juga kepala sekolah. Pembuatan bahan
ajar sebenarnya sudah pernah disosialisasikan dalam program pembuatan bahan
ajar oleh divisi pendidikan al bahjah selaku pengambil kebijakan di ranah pendidikan formal, akan tetapi pada saat
pelaksanaanya masih banyak guru yang
belum mumpuni pada bidang penulisan buku teks tersebut. Oleh karena itu, sayaingin melanjutkan
studi dan mempelajari mata kuliah penulisan buku teks ajar IPS yang
terdapat pada prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Semarang. Saya yakin melalui mata kuliah kajian
penulisan buku IPS dapat
menghantarkan saya dalam menyelesaikan pembuatan bahan ajar buku teks yang akan
diterapkan di instansi sekolah.
Saya menaruh mimpi untuk masa depan
saya melalui pendidikan, saya percaya dan yakin bahwa pendidikan bisa
menghantarkan saya untuk mewujudkan mimpi saya
sebagai pendidik guru pada instansi awal saya. Berprofesi sebagai pendidik
merupakan tujuan awal saya untuk turut mencerdaskan
kehidupan bangsa seperti yang tertuang dalam UUD 1945 alinea ke-4, yang
merupakan tujuan utama nasional, menggambarkan cita-cita bangsa Indonesia untuk
mendidik dan menyamaratakan pendidikan ke seluruh penjuru Indonesia agar
tercapai kehidupan berbangsa yang cerdas. Peran yang akan saya ambil
adalah melalui pendidikan sekolah yang
sekarang saya ajar dengan mengambil peran strategis saya untuk tetap
berkomitmen mendidik siswa dengan didasari dengan nilai akhlak dan juga
karakter pancasila, berbudi luhur, kreatif dan demokratis.
Masalah pada pendidikan sekolah sangat kompleks, sehingga membutuhkan data dan fakta di
lapangan. Maka saya berfokus pada permasalahan yang pertama yaitu mengenai pola
pembelajaran yang tidak efektif dan tidak efisien penyampaian materi masih bersifat kompleks,
diperlukan kerangka pembuatan bahan ajar yang lebih simple dan konkret.
Adapun langkah-langkah konkret yang
akan saya lakukan yaitu; pertama, saya akan fokus pada perkuliahan; kedua, saya
akan menyelesaikan perkuliahan tersebut sesuai dengan waktu yang sudah
ditentukan,; ketiga, setelah saya menyelesaikan perkuliahan saya akan tetap
mengajar pada lembaga awal; keempat, tahap demi tahap saya akan menyelesaikan
permasalahan yang terjadi pada sistem pembelajaran melalui diskusi dan juga
observasi secara berkala dengan pihak terkait mengenai bahan ajar yang akan
disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan waktu yang sudah ditentukan.
Kemudian
langka-langkah
yang akan saya tempuh setelah selesai studi yaitu: pertama, sebelum memasuki
tahun ajaran baru 2025-2026, saya akan mencoba berdiskusi lebih lanjut mengenai
pembuatan bahan ajar sesuai dengan waktu perencanaan pembelajaran dengan tidak
menghilangkan capain pembelajaran; kedua. sosialisasi mengenai penulisan bahan
ajar dengan menggandeng stakeholder sekolah formal untuk pembuatan bahan ajar yang
disesuaikan, ketiga saya akan mencoba berkolaborasi dengan beberapa dosen yang
profesional dalam bidang penulisan bahan ajar sehingga dapat membantu saya
dalam membantu permasalahan yang terjadi pada instansi sekolah yang sedang saya
ajar.
Terakhir apabila saya diberi
kesempatan untuk mendapatkan beasiswa
ini, saya ingin meningkatkan peranan saya sebagai guru ataupun dosen pada
lembaga asal. Saya yakin bahwa melanjutkan Pendidikan IPS dapat memberikan
sebuah dampak bagi instansi sesuai dengan cita-cita saya yaitu sebagai dosen
pada kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Al Bahjah. Cara mewujudkannya mimpi saya
yaitu tetap aktif dalam mengajar dan melakukan pengabdian serta juga membangun
jejaring sosial antar teman dari kalangan pendidik. Termasuk diantaranya dengan
meningkatkan kapasitas akademik saya melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia
(BPI) 2022.
Komentar
Posting Komentar