Kisah Cerita (Kelahiran Anak Ke-3, Jungkir, Keris Brojol dan Hendak disebut syirik)
Kebahagian keluarga tetap terus mengalir dengan
berjalannya waktu, kini keluarga akan kehadirian sosok anak kembali, yang ke-3,
namun kondisi bayi sudah didagnosa oleh dokter bayi tersebut akan keluar dengan
kondisi jungkir, jungkir dalam bahasa jawa yaitu keluarnya bayi laki-laki dari
perut seorang ibu dengan keadaan kaki terlebih dahulu. Kalau bayi yang normal
atau seperti biasanya kan, keluar dari perut ibu itu yang keluar kepalanya
terlebih dahulu. Nah singkat cerita kondisi tersebut bagi medis tidaklah
normal, maka harus diambil tindakan operasi atau harus dikeluarkan dengan cara
sesar. Dengan kejadian tersebut membuat seorang suami (mamo) bapak kami menjadi
resah dan gelisah mendengar cerita dari dokter pada saat Istri ibu kami yang
sedang diperiksakan di puskemas yang berada di kecamatan plumbon,pada saat itu
jarak dari rumah kami dengan orang tua berjauhan yaitu antara desa
arjawinanguna dan bodelor. Karena waktu itu ibu kami memang sedang diperiksakan
oleh dokter yang didampingi oleh ema' (Ibu dari bapak kami) yang berada didesa
bodelor dan bapak yang sedang mencari nafkah disekitar rumah arjawinangun.
Mendengar kabar dari dokter tadi maka (mamo) bapak kami
terus berikhitiar dan berdoa agar kondisi bayi selamat beserta ibunya.. setelah
itu tetangga yang bernama h.kasimi kebetulan beliau yang mempunyai rumah
kontrakan yang kami tempati itu bertanya, " kenapa atau sedang memikirkan
apa kelihatannya murung dan gelisaa seperti itu " tanya pak haji. Jawablah
(mamo) bapak kami " begini ji, (panggilan
nama kaji)"istri saya mau lahiran namun kata dokter kondisi bayinya
tidak normal atau bakal lahiran dalam keadaan "Jungkir".sebenarnya
saya takut terjadi apa-apa, akan tetap menurut saran dokter harus dioperasi cuman
saya tidak mempunyai uang banyak buat proses operasinya. kaji memberi saran
yaitu menawarkan benda pusaka yaitu keris brojol. keris tersebut dipercaya bisa mempermudah proses
persalinan agar cepat gengser (keluar).
Menurut kepercayaan masyarakat terdahulu. " Kaji
nanti siapkan air satu gelas dan celupkan pucuk keris tersebut kedalam air
segelas, nanti minumkan ke istri mu itu. Jawab " Baik ji " Terima
kasih semoga bisa menjadi wasilah terbaik atas kehendak gusti allah swt.
Setelah itu (mamo) bapak kami menuju rumah yang berada di desa bode lor untuk
menyiapkan minuman yang telah disarankan tadi. seiring cerita tadi ibu dan
ema" kami yang mendampingi hendak mau diperiksakan rujuk ke rumah sakit
gunung jati cirebon. dan (mamo) bapak kami langsung saja menyusul dari rumah
untuk mengiringi mobil ambulan hendak mau ke rumah sakit tersebut, setelah tiba
mengurus dan juga mendaftarkan pasien ke ruang resepionis, dan ibu kami sudah
masuk ruangan Unit Gawat Darurat dan tibalah (mamo) bapak di kamar tersebut
langsung saja meminumkan air tadi, selang berapa waktu akhirnya bayi tersebut keluar dengan
sendirinya dengan dibantu proses persalinan oleh ema" kami. dan
Alhamdulilah proses persalinan sudah berjalan dengan lancar setelah dibantu
oleh dokter untuk memeriksa kondisi ibu dan anaknya.
Lanjut cerita, setelah lahir anak yang ke - 3 dengan proses tadi. ada yang berkunjung atau konsumen jok. Karena (mamo) bapak) kami ini merupakan seorang yang berprofesi sebagai tukang servis jok, Sambil bercerita anak kami kemarin lahiran, Orang berkunjung langsung mengetahui sebenarnya dari cerita teman-temanya. katanya menggunakan keris brojol benar engga? syirik itu tidak boleh perbuatan yang menyekutukan gusti allah. Bapak mamo ku menjawab " kamu percaya engga dengan obat sakit kepala? sontak bapak tersebut diam membisu tidak bisa menjawab pertanyaan balik. (mamo) bapak memberi penjelasan. kita memang tidak boleh menyakini adanya benda-benda yang dianggap menyembuhkan seseorang atau penyembuhan lainnya. Padahal saya itu dengan proses persalinan istri kami dengan benda tersebut saya tidak meminta kepada orang-orang pinter (dukun). Tapi saya itu di tawari saja dengan penggunaan benda tersebut. dan saya mencoba dengan izin gusti allah swt, dimudahkan atau diijabah melalui keris tersbut saya tidak begitu yakin atau mengagung-agungkan benda tersebut bisa menyembuhkan orang sakit atau mempermudah jalannya persalinan, cuman saya hanya sekedar berusaha dan selebihnya saya pasrahkan kepada yang maha kuasa gusti Allah. Begitu.
Hikmah. Saya sangat setuju mempercayai benda keris atau
benda pusaka yang yakini seseorang mendapat keberkahan itu akan mengarah pada
perbuatan syirik, akan tetapi adanya benda tersebut mungkin hanya sebuah
kebetulan saja yang gusti allah swt yang berikan kepada kami sehingga kejadian
demikan bisa menolong kami sebagai hamba yang lemah. kami sangat percaya
kuasanya gusti Allah. dan kita tetap berusaha dan berikhtiar serta berdoa meminta dimudahkan dalam segala
urusannya.
Itu saja cerita dimasa lalu, yang dijalani oleh sosok (mamo)
bapak semoga bisa memetik hikmah bersama dengan menjalani kehidupan di masa
yang akan datang.
Terima kasih bagi para pembaca, kami memohon maaf
apabila ada tulisan yang belum sempurna dan barangkali ada pihak yang tidak
berkenan mohon dimaafkan, ini merupakan cerita yang sesungguhnya langsung dari
orang yang merasakan kejadian tersebut tanpa mengarang sedikitpun.
Komentar
Posting Komentar